Jumat, 16 April 2010

Skala Jaringan

Skala Jaringan
Pada dasarnya ada empat macam skala jaringan:
 LAN
LAN atau Local Area Network adalah jaringan berskala relatif kecil dan dibatasi oleh batasan geografis tertentu, misalnya suatu gedung atau komplek gedung, banyak LAN yang hanya memiliki area satu ruangan saja.
 MAN
MAN atau Metropolitan Area Network adalah jaringan yang berskala lebih besar dari LAN tapi masih dalam satu kota, misalnya jaringan antar gedung dalam suatu apartemen.
 WAN
WAN atau Wide Area Network adalah jaringan dari berbagai LAN . Ruang lingkupnya tidak lagi terbatas pada suatu area geografis saja, tetapi dapat melintas batas kota bahkan Negara. Sebagai media penghubung antara LAN yang satu dengan LAN yang lainnya dapat digunakan saluran telepon dan satelit.
 INTERNET
Dari skala besarnya internet sebenarnya sama dengan WAN, tetapi WAN bersifat private,artinya hanya orang-orang tertentu yang dapat mengaksesnya, misalnya WAN yang dimiliki PTPN7, sebaliknya Internet bersifat publik sehingga semua orang dapat mengakses jaringan tersebut.

Istilah Jaringan Komputer

Istilah Istilah Jaringan.
Berbicara mengenai jaringan tidak dapat dilepaskan dari beberapa istilah atau terminologi yang sangat akrab dengan dunia jaringan. Oleh sebab itu sebelum pembicaraan mengenai jaringan diperdalam, ada baiknya istilah –istilah tersebut di bahas terlebih dahulu. Beberapa istilah dalam jaringan yang akan kita bahas adalah :
 Server
Server adalah sebuah komputer yang menyediakan file, sumberdaya atau layanan tertentu yang diperlukan dalam sebuah jaringan. Biasanya komputer yang dipakai sebagai server memiliki spesifikasi perangkat keras khusus dan lebih tinggi dari komputer – komputer lain yang ada di jaringan tersebut. Jaringan skala kecil umumnya hanya memiliki sebuah server, namun untuk jaringan dengan skala besar dapat memiliki dua server atau lebih.
 Client
Secara mudah, client adalah komputer yang bukan server. Jika server menyediakan file, sumberdaya, layanan tertentu, maka client adalah komputer yang meminta, file, sumberdaya, atau layanan dari server. Jika kemudian ada istilah “Client/server” maka istilah tersebut pastilah merujuk pada sebuah system jaringan yang memiliki minimal sebuah server dan beberapa client. Misalnya saja ada istilah “äplikasi database client/server” maka artinya adalah sebuah server yang menyimpan file-file database dan aplikasi pada client hanya dapat berjalan apabila telah mendapatkan informasi dari database yang ada di server.
 Node
Pada intinya semua perangkat keras yang terhubung ke jaringan disebut node, entah itu berupa sebuah komputer server, komputer client, atau sebuah printer.
 Peer to peer
Dalam sebuah jaringan peer to peer tidak terdapat server maupun client. Jadi artinya setiap komputer yang terhubung ke dalam jaringan memiliki tingkatan yang sama. Biasanya jaringan peer to peer digunakan untuk berbagi pakai atau sharing data atau printer antara komputer yang ada dalam jaringan tersebut. Jaringan dengan sifat peer to peer biasa disebut workgroup.
 Local dan remote
Istilah local menunjukkan berbagai sumberdaya yang ada didalam sebuah komputer, baik perangkat keras maupun perangkat lunak. Jika komputer tersebut akan mengakses sumberdaya yang ada pada dirinya sendiri sudah barangtentu tidak perlu ” mengarungi” jaringan sehingga disebut sebagai local. Mengikuti jalan pikiran yang sama, berbagai sumberdaya yang harus diakses dengan menggunakan jaringan terlebih dahulu akan disebut dengan remote.
 Protokol
Kita umpamakan komputer-komputer yang ada dalam sebuah jaringan adalah sekumpulan manusia yang saling berkomunikasi satu dengan lainnya, maka tentunya mereka harus mengerti bahasa yang sama agar dapat saling berkomunikasi. Protokol dapat diumpamakan sebagai bahasa tersebut. Protokol yang paling umum digunakan sehingga pasti dikenal oleh berbagai macam jaringan adalah protocol TPC/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Ibarat bahasa, TCP/IP adalah bahasa inggris yang merupakan bahasa internasional. Salah satu contoh protocol yang lain adalah IPX(InterPacket Exchange) yang digunakan system operasi Novell NetWare.
 Kartu jaringan.
Kartu jaringan merupakan perangkat keras yang menterjemahkan sinyal-sinyal jaringan ke bentuk paket-paket data yang dimengerti komputer. Komponen ini sering disebut kartu karena bentuknya seperti kartu yang harus ditancapkan ke komputer, baik pada slot PCI ataupun SCSI. Pada bagian belakang panel terdapat lubang konektor untuk menancapkan kabel jaringan. Konektor yang ada pada kartu jaringan ada dua macam yaitu biasa di sebut konektor BNC dan RJ-45 (UTP). Konektor BNC berbentuk seperti kabel TV dan sekarang sudah jarang digunakan sedang RJ-45 atau sering disebut UTP seperti konektor kabel telpon namun jumlah kabelnya lebih banyak. Jika jaringan yang digunakan bersifat wireless maka pada panel belakang tidak terdapat lubang konektor melainkan ada antenna.
 Repeater, Bridge, dan Router.
Ketiga istilah tersebut adalah perangkat keras yang fungsi utamanya adalah menghubungkan dua buah jaringan.
Repeater berfungsi untuk memperkuat sinyal dari sebuah segmen jaringan ke segmen jaringan lainnya, repeater bermanfaat untuk mengatasi keterbatasan panjang kabel karena sinyal yang melemah setelah menempuh jarak tertentu dapat diperkuat kembali.
Bridge berfungsi untuk menghubungkan dua jaringan yang memiliki segmen yang sama. Selain memperkuat sinyal seperti yang dilakukan repeater, bridge juga melakukan transmisi ulang paket data dari satu segmen ke segmen yang lainnya.
Router berfungsi untuk menghubungkan dua jaringan yang memiliki segmen yang berbeda, untuk membedakan router dengan bridge, dapat di umpamakan bus antar kota. Bridge dapat diibaratkan AKDP(Antar Kota Dalam Propinsi), sedangkan Router Diibaratkan AKAP (Antar Kota Antar Propinsi).
 Gateway
Gateway berfungsi sebagai antarmuka sebuah jaringan skala kecil dengan jaringan beskala jauh lebih besar, misalnya antara sebuah LAN dengan Internet atau antara LAN di Unit-usaha dengan WAN ptpn7 secara keseluruhan. Gateway juga dapat melakukan translasi protocol diantara kedua jaringan tersebut.
 Firewall
Firewall adalah sistem keamanan pada sebuah jaringan, firewall dapat berupa perangkat keras maupun perangkat lunak. Tugas firewall adalah mencegah yang tak berizin agar tidak dapat masuk ke dalam jaringan.

Gerbang Logika

Gerbang Logika(Logic gate ) menjadi formasi dasar suatu sistem digital. Gerbang nalar beroperasi dengan lipat dua, sedemikian sehingga menghubungi gerbang nalar biner. Voltase digunakan di (dalam) gerbang nalar adalah RENDAH atau TINGGI. Voltase 1 alat-alat tinggi, sedangkan voltase yang rendah berarti 0.
1. AND logic gate.
AND gate is used to generate logic 1 if all inputs have a logic 1, if not it will be generated logic 0
Gambar Gerbang Logika AND

AND truth table

Statement for the Boolean AND Gate
A. B = Y (A and B is the same as the Y).

2. NAND Logic gate (Not AND)
NAND gate will have a 0 output when all inputs to the logic 1. vice versa if there is a logic 0 on any input on the NAND gate, the output value 1.
Gambar Gerbang Logika NAND


NAND truth table

3. Or logic gate
OR gate will output 1 if one of the entries on condition 1. if the desired output value 0, then all entries must be in a state of 0.
Gambar Gerbang Logika OR

Or truth table


4. NOR Logic gate
NOR gate will output 0 if one of the masukannya
condition 1. if the desired output value 1, then all must be in circumstances masukannya 0.
Gambar Gerbang Logika NOR

NOR truth table

5. XOR Logic gate
XOR gate (exclusive OR of the word) will give the output 1 if its input have a different situation.
Gambar Gerbang Logika XOR

XOR Truth Table

6. NOT Logic gate
NOT gate is a gate that has an input and output. NOT gate function as a commutator (inverter), so that the output of this gate is the inverse of its input.
Gambar. Lambang Gerbang Logika NOT

Not truth table

Rabu, 14 April 2010

Contoh Program C Pake Struct

#include
#include
#include
#include

struct data
{
char nama[5][20],jrsn[5][10],kls[5][10];
int jml,tiket[5];
float total[5],diskon[5],bayar[5];
};

main()
{
struct data pembeli;
char jawab,nama[20],input_nama[20];
int index,menu,x,y,nama_cari;
float harga[5];
do
{
system("cls");
printf("**********************************************************************\n");
printf(" PROGRAM PENJUALAN TIKET \n");
printf(" \n");
printf("**********************************************************************\n");
printf(" PILIHAN MENU : \n");
printf(" 1. INPUT DATA \n");
printf(" 2. TAMPIL DATA \n");
printf(" 3. CARI DATA \n");
printf(" 0. KELUAR \n");
printf("**********************************************************************\n");
printf(" PILIH MENU [1/2/3/0] :");scanf("%d",&menu); fflush(stdin);
printf("\n");

if(menu==1)
{
system("cls");
printf("\n");
printf("***********************************************************************\n");
printf(" INPUT DATA \n");
printf("***********************************************************************\n");
printf("BANYAK DATA :");scanf("%d",&pembeli.jml); fflush(stdin);
printf("\n");
for(index=0; index {

printf("%d NAMA PEMBELI =",index+1);scanf("%s",&pembeli.nama [index]); fflush(stdin);
printf(" JURUSAN ="); scanf("%s",&pembeli.jrsn [index]); fflush(stdin);
printf(" KELAS ="); scanf("%s",&pembeli.kls [index]); fflush(stdin);
printf(" JUMLAH TIKET ="); scanf("%d",&pembeli.tiket[index]); fflush(stdin);
printf("*************************************************************************\n");
printf("\n");
}
}

else if(menu==2)
{
system("cls");
printf("\n");
printf("\n");
printf(" TAMPIL DATA \n");
printf("***************************************************************************\n");
printf("PEMBELI JURUSAN KELAS HARGA JML TOTAL DISKON BYR \n");
printf("***************************************************************************\n");
for(index=0; index {
x = stricmp(pembeli.kls[index],"eksekutif"); y=stricmp(pembeli.jrsn[index],"jakarta");
if (x == 0 && y==0)
harga[index]=80000;
x = stricmp(pembeli.kls[index],"eksekutif"); y=stricmp(pembeli.jrsn[index],"bandung");
if (x ==0 && y==0)
harga[index]=70000;

x = stricmp(pembeli.kls[index],"bisnis"); y=stricmp(pembeli.jrsn[index],"jakarta");
if (x == 0 && y==0)
harga[index]=50000;
x = stricmp(pembeli.kls[index],"bisnis"); y=stricmp(pembeli.jrsn[index],"bandung");
if (x == 0 && y==0)
harga[index]=40000;

x = stricmp(pembeli.kls[index],"ekonomi"); y=stricmp(pembeli.jrsn[index],"jakarta");
if (x == 0 && y==0)
harga[index]=20000;
x = stricmp(pembeli.kls[index],"ekonomi"); y=stricmp(pembeli.jrsn[index],"bandung");
if (x == 0 && y==0)
harga[index]=10000;


printf("%s ",pembeli.nama [index]);
printf("%s ",pembeli.jrsn [index]);
printf("%s ",pembeli.kls [index]);
printf("%.0f ",harga[index]);
printf(" %d ",pembeli.tiket[index]);

pembeli.total[index]=(harga[index]*pembeli.tiket[index]);
printf("%.0f ",pembeli.total[index]);

x=stricmp(pembeli.kls[index],"eksekutif"); y=stricmp(pembeli.jrsn[index],"jakarta");
if(x == 0 && y == 0)
pembeli.diskon[index]=0.1*pembeli.total[index];
else
pembeli.diskon[index]=0;

x=stricmp(pembeli.kls[index],"bisnis"); y=stricmp(pembeli.jrsn[index],"bandung");
if(x == 0 && y == 0)
pembeli.diskon[index]=0.1*pembeli.total[index];
else
pembeli.diskon[index]=0;

printf(" %.0f ",pembeli.diskon[index]);

pembeli.bayar[index]=(pembeli.total[index]-pembeli.diskon[index]);
printf(" %.0f ",pembeli.bayar[index]);
printf("\n");
}
}
else if (menu==3)
{

data:
system("cls");
for(index=0; index {
printf("\n");
printf("Masukkan nama : ");fflush(stdin);scanf("%s",&nama);
printf("\n");
nama_cari=strcmp(pembeli.nama[index],nama);
if(nama_cari==0)
{
//system("cls");
printf("***************************************************************************\n");
printf("PEMBELI JURUSAN KELAS HARGA JML TOTAL DISKON BYR \n");
printf("***************************************************************************\n");
printf("%s ",pembeli.nama [index]);
printf("%s ",pembeli.jrsn [index]);
printf("%s ",pembeli.kls [index]);
printf("%.0f ",harga[index]);
printf(" %d ",pembeli.tiket[index]);
printf("%.0f ",pembeli.total[index]);
printf(" %.0f ",pembeli.diskon[index]);
printf(" %.0f ",pembeli.bayar[index]);
printf("\n");
}
else
{
printf("SALAH INPUTAN NAMA !!!!!\n");
printf("MASUKKAN DATA KEMBALI\n");
getch();
goto data;
}
//printf("\n");
}
}
else
{
system ("cls");
printf("\n");
printf("**************************************************************************\n");
printf(" TERIMA KASIH \n");
printf("\n");
printf(" SAMPAI JUMPA DI PROGRAM SELANJUTNYA \n");
printf("**************************************************************************\n");
}
printf("\n" "\n");
printf("KEMBALI KE MENU UTAMA [Y/T] :");fflush(stdin);scanf("%c",&jawab);
printf("\n");
}
while((jawab=='Y') ||(jawab=='y'));

getch();
return 0;
}

Carita Rakyat Urang Bandung

Kumpulan Carita Bandung Jaman Baheula
Dayeuh Bandung
Taun 1488, wewengkon nu kiwari disebut Bandung téh mangrupakeun wewengkon kakawasaan karajaan Sunda-Pajajaran. Dina mangsa dijajah Walanda, pamaréntah kolonial Hindia-Walanda ngawangun jalan nu nyambungkeun Batavia (kiwari Jakarta), Bogor, Cianjur, Bandung, Sumedang, jeung Cirebon. Hal ieu penting pikeun tumuwuhna Bandung. Malah pamaréntah jajahan geus ngarencanakeun yén wewengkon Bandung téh rék dijadikeun puseur pamaréntahan Hindia-Walanda, ngan teu jadi alatan kajadian Perang Dunya II.
Can katalungtik kumaha diwangunna kota Bandung. Nu jelas, kota ieu diwangun lain dumasar paréntah Daendels (gubernur jéndral Hindia-Walanda). Kota Bandung diwangun dumasar paréntah Bupati R.A.A. Wiranatakusumah II.
Sanggeus Indonesia mardika, Bandung jadi ibukota propinsi Jawa Barat.
Di handap ieu dibéréndélkeun nu kungsi jadi pamingpin kota Bandung (walikota):
1. E.A. Maurenbrecher (1906-1907)
2. R.E. Krijboom (1907-1908)
3. J.A. van Der Ent (1909-1910)
4. J.J. Verwijk (1910-1912)
5. C.C.B. van Vlenier (1912-1913) and B. van Bijveld (1913-1920)
6. B. Coops (1920-1921)
7. S.A. Reitsma (1921-1928)
8. B. Coops (1928-1934)
9. Ir. J.E.A. van Volsogen Kuhr (1934-1936)
10. Mr. J.M. Wesselink (1936-1942)
11. N. Beets (1942-1945)
12. R.A. Atmadinata (1945-1946)
13. R. Siamsurizal
14. Ir. Ukar Bratakusumah (1946-1949)
15. R. Enoch (1949-1956)
16. R. Priatna Kusumah (1956-1966)
17. R. Didi Jukardi (1966-1968)
18. Hidayat Sukarmadijaya (1968-1971)
19. R. Otje Djundjunan (1971-1976)
20. H. Ucu Junaedi (1976-1978)
21. R. Husein Wangsaatnaja (1978-1983)
22. H. Ateng Wahyudi (1983-1993)
23. Wahyu Hamidjaja (1993-1998)
24. Aa Tarmana (1998-2004)
25. H. Dada Rosada, SH,MSi (2004-2008)
26. Ahmad Heryawan (2008-Kiwari)

Sasakala Situ Bagendit
Di wewengkon Garut aya talaga nu ngaranna kawentar ka mana-mana, nya éta Talaga Bagendit. Kacida kajojona téh. Saban poé Ahad tawa poé pakanci raména téh luar biasa. Ti nu deukeut ti nu jauh jelema téh mungguh merul nu rék ngadon sukan-sukan, babakuna lalayaran.
Cék sasakala mah, cék dongéng nu sok didongéngkeun deui, éta Talaga Bagendit asal muasalna kieu:
Baheula, geus rébuan taun ka tukang, aya hiji randa beunghar katelah Nyi Endit. Ieu téh saenyana mah nénéhna, da ngaranna sajati mah Nyi Bagendit. Manéhna téh kacida pisan kumedna. Geus taya nu bireuk deui kana kakumedanana. Salian ti pakacar-pakacarna mah tara aya nu lar sup ka imahna. Éstuning lain babasan éta mah hirup nyorangan téh. Kajaba ti teu aya nu ngawawuhan, Nyi Endit téh mémang jalma nunggul pinang, geus teu kadang teu warga, hirupna téh éstuning nunggelis. Ari beungharna téa mah tétéla. Béh kebonna béh sawahna, imahna gé panggedéna di salembur éta mah. Turug-turug ngahaja mencilkeun manéh, ngababakan di tengah pasawahan, nu upluk-aplak. Maksudna teu aya lian, ku bawaning embung campur jeung babaturan, da sieun kasoro téa. Teu kitu mah atuh moal disebut medit.
Kacaturkeun keur usum panén. Di ditu di dieu ceuyah anu dibaruat. Ka sawah Nyi Endit gé réa nu gacong. Ari saréngsé dibuat jeung sanggeus paréna di ka leuitkeun, sakumaha tali paranti, Nyi Endit nyieun sedekah ngondang lebé jeung sawatara tatangga. Popolahna saniskara ku sorangan, teu aya nu ngabantuan. Barang geus tarapti, sakur nu mantuan ngakut tuluy diondang, ngariung tumpeng. Atuh nu ngariung téh nepi ka aya ratusna, tapi sadia tumpengna teu sabaraha, nepi ka ngan sakotéap geus bérés bari tingkarétap kénéh.
Keur meujeuhna balakécrakan, solongkrong aya aki-aki bongkok nu nyampeurkeun. Ku pribumi teu ditari teu ditakon, nya pok aki-aki waléh, yén teu kawawa ku lapar, sugan aya sih piwelas. Ana gantawang téh Nyi Endit bet nyarékan, nyéklék-nyéklékkeun, pajarkeun téh taya kaéra, teu ngahutang gawé, ménta bagéan.. Tungtungna nepi ka nundung, aki-aki dititah nyingkah. Cindekna mah geus lain picaritaeun.
Aki-aki indit bari jumarigjeung, bangun teu nangan. Méméh indit manéhna ngomong kieu, “Sagala gé boh ka nu hadé boh ka nu goréng, moal taya wawalesna.”
Ngomongna kitu téh bari kasaksian ku sakur nu aya di dinya.
Saréngséna, nu dalahar tuluy amit rék baralik. Kakara gé pating laléos, rug-reg ngarandeg, sabab aya nu tinggarero: “Caah! Caah! Cenah.
Henteu kanyahoan ti mana datangna cai, ngan leb baé pakarangan Nyi Endit téh geus kakeueum. Atuh kacida ributna, jalma-jalma geus teu inget ka diri batur, asal salamet dirina baé. Nyi Endit gé nya kitu, niat rék nyingkirkeun cai, tapi barang rék kaluar ti imahna, cai téh nepi ka lir ombak laut tinggaruling ka palebah Nyi Endit. Imahna terus kakeueum méh laput.
Nyi Endit angkleung-angkleungan, bari satungtung bisa mah teu weléh-weléh sasambat ménta tulung. Tapi henteu kungsi lila jep baé jempé, sihoréng geus tikerelep. Imahna gé geus teu témbong. Sumawonna sawahna nu upluk-aplak geus aya di dasar cai. Lembur sakuriling bungking geus salin rupa jadi talaga, anu nepi ka ayeuna disebut Talaga Bagendit téa.

Pakuan Pajajaran
Pakuan Pajajaran (atawa Pakuan/Pakwan atawa Pajajaran) nujul ka puseur pamaréntahan Karajaan Sunda, hiji karajaan nu kungsi aya di Tatar Sunda, wewengkon kulon pulo Jawa. Di puseur ieu karajaan, Prabu Susuktunggal (ngawasa 1382-1482) ngadegkeun karaton/kadaton karajaan nu katelah "Sri Bimapunta Narayana Madura Suradipati".
Salinan gambar "Lokasi dan Tempat Ibu Kota Pakuan Pajajaran" tina buku Kabudayaan Sunda Zaman Pajajaran Jilid 2, 2005)Ngaran/sebutan Pakuan Pajajaran kapanggih dina sababaraha titinggal arkéologis mangrupa prasasti jeung sababaraha naskah Sunda kuna, di antara prasasti Batutulis (abad ka-14), prasasti Kabantenan, naskah Carita Parahyangan (1580) jeung Fragmén Carita Parahyangan, Carita Waruga Guru (abad ka-18), jeung naskah MSA.
Pakuan Pajajaran munggaran diadegkeun ku Tarusbawa taun 669 M, nu asalna mangrupakeun wewengkon Sunda Sambawa, rajamandala (raja bawahan, vassal) handapeun kakawasaan Tarumanagara. Nalika taun 669 raja Taruma (Linggawarman) pupus, kakawasaan Tarumanagara ragrag ka minantuna (sabab teu boga anak lalaki) ti Sunda, nyaéta Tarusbawa. Ragragna kakawasaan ka Tarusbawa ieu ngabalukarkeun Galuh misahkeun manéh, sedengkeun Tarusbawa ogé horéng leuwih milih mingpin sésa kakawasaan Tarumanagara ieu ti Sunda (sahingga salajengna ngadeg karajaan Sunda). Kusabab Galuh misahkeun manéh, wilayah Tarumanagara ieu kabagi dua nu watesna walungan Citarum: béh kulon ku Sunda, béh wétan ku Galuh.
Dina catetan sajarah nu geus kagali, nu ngabaru/mindahkeun (deui) puseur karajaan ka Pakuan téh nyaéta Rahyang Banga (ti Galuh, 759), Darmasiksa (ti Saunggalah), jeung Jayadéwata (ti Kawali, 1487).
Pakuan Pajajaran katut karajaan Sundana diruntuhkeun ku Kasultanan Banten dina taun 1579.
Dina bukuna, Mencari Gerbang Pakuan, suwargina bapa Saleh Danasasmita, nyaritakeun yen urang Walanda anu ngaranna Abraham van Riebeeck kungsi nyukcruk galur mapay laratan eta dayeuh tepi ka dua kali nyaeta taun 1703 jeun taun 1704.
Ngarujuk kana buku Kebudayaan Sunda Zaman Pajajaran Jilid 2, karya suwargina bapa Edi S. Ekajati, Dr. F. De Haan ngagambarkeun perenahna Pakuan Pajajaran dina bukuna "Priangan", taun 1912.
Pajajaran Nurutkeun Naskah Wangsakerta
Naskah Wangsakerta, anu ngarupakeun sumber sekunder (sumber lain ti jamanna anu ditulis ku eta naskah), nyabit-nyabit Pajajaran sabage ngaran karajaan kalayan rajana anu munggara nyaeta Sri Baduga Maharaja (disebut oge Prabu Siliwangi).
Ngan aya beda antara sumber sekunder kasebut jeung sumber primer (warta ti jamanna) boh mangrupa cutatan saksi mata urang Portugis boh mangrupa eusi Prasasti Tugu. Prasasti Tugu sarta saksi mata urang Portugis nyutat yen ngaran karajaan di bagian kulon pulo Jawa jaman Sri Baduga Maharaja jeung Surawisesa teh karajaan Sunda; sama sakali henteu nyebut ngaran karajaan Pajajaran.
Ngaran Pajajaran sabage karajaan mindeng disebut-sebut ku sumber sekunder mangrupa naskah saenggeus runtagna karajaan Sunda atawa saenggeus ngadegna Kasultanan Banten sarta Kasultanan Cirebon. Jigana ngaran Pajajaran dipake pikeun ngaran wilayah sesa karajaan Sunda minus Banten, Jayakarta sarta Cirebon. Kecap Pajajaran sorangan ngandung harti “tempat diantara jajaran”, cocog jeung kondisi Pakwan (Pakuwuan) puseur dayeuh urut Karajaan Sunda anu aya diantara 2 jajaran susukan jeung dua watu gigilang anu ngajajar. Jadi, sababaraha ahli sajarah nyindekkeun kamungkinan ngaran puseur dayeuh karajaan Sunda dipake pikeun ngaran sesa karajaan Sunda

Talaga Bandung Purba
Talaga Bandung panjangna kira 50 km, lébarna 30 km, mimiti ti Cicaléngka beulah wétan, nepi ka Rajamandala beulah kulon, jeung ti Majalaya, Banjaran beulah kidul nepi ka Dago beulah kalér. Ditilik sacara géomorfologi, talaga Bandung téh rada déngdék ka beulah kulon jeung kira béh tengah aya galengan saolah olah talaga téh dibagi dua nyaéta beulah wétan jeung beulah kulon. Ieu galengan téh perenahna aya di Curug Jompong. Pikeun babandingan, jerona talaga Bandung Purba téh mun kiwari mah di wewengkon Cigéréléng 45 m, Buahbatu 49 m, Cibiru 52 m, Pasirkoja 39 m, Tolo Kopo 54 m.
Rangkayan gunung kuna nu ngurilingan talaga Bandung, di antarana Gunung Puncaksalam, Pasir Kamuning, Pasir Kalapa, Gunung Lalakon, Pasir Malang, Gunung Selacau, Lagadar, Padakasih, Jatinunggal, nepi ka Gunung Bohong di beulah kidul Cimahi.
Talaga Bandung beulah kulon mimiti ngorotan kira kira 6000 taun nu geus kaliwat, nu pangheulana bobol téh nyaéta di daerah Pasir Kiara (aya ogé nu nyebutkeun di Sanghyang Tikoro) beulah kidul Rajamandala.
Di jaman kuartier kala pleistosen, kira kira 500.000 taun nu geus kaliwat, Gunung Sunda (purba) mimiti mucunghul, gunung api raksasa anu rohaka, dibeulah wétanna aya gunung Bukittunggul jeung beulah kulonna aya gunung Burangrang. Gunung Sunda ngajegir, jangkungna kira antara 3000-4000 méter. Tangkuban Parahu harita can aya.
Kira kira 375 rébu taun lilana Gunung Sunda ngajegir, nangtawing jadi tanda Tatar Sunda, nepi ka 125 rébu taun nu geus kaliwat Gunung Sunda mimiti bitu, sagala material gunung mancawura, bukti anu masih keneh katingal tug nepi ka kiwari nyaéta ayana "patahan Lémbang" anu panjangna kira-kira 22 km ngulon-ngétan. Mun hoyong atra mah coba tingali ti Maribaya beulah kidul, atawa di beulah kidul Pasar Lémbang. Ti dinya atra katingal patahan Lémbang. Tina matrial bituna Gunung Sunda téh di antarana nya ngajadikeun Talaga Bandung sok sanajan harita mah caina can pinuh pisan.
Sanggeus Gunung Sunda bitu, dina tengah-tengah urut bituna mimiti bijil gunung anyar, nyaéta pisan cikal bakal gunung Tangkuban Parahu. Jadi, Tangkuban Parahu téh anakna Gunung Sunda (purba).
Gunung T. Parahu bitu 70 rébu taun nu geus kaliwat, tah matrial tina bitu gunung T. Parahu téa nu leuwih numpuk ngajadikeun Talaga Bandung beuki ngalegaan nya nepi ka 35 rébu taun kaliwat nu dianggap panggedéna cai Talaga Bandung (dina mangsa kiwari ogé aya nu disebut Gunung Sunda di beulah kalér Gunung Tangkuban Parahu, ngan Gunung Sunda ieu mah teu jangkung, ngan ukur 1000 méteran.)
Dina mangsa kiwari, lamun téa mah Gunung Tangkuban Parahu bitu deui (da nepi ka ayeuna ge G. Tangkuban Parahu téh tetep dianggap gunung nu aktip), naha Talaga Bandung bakal kajadian deui...?

Senin, 12 April 2010

Variabel Dalam Java Script


2.1 Variabel Dalam JavaScript
Variabel adalah empat dimana kita menyimpan nilai-nilai atau informasi-informasi pada JavaScript. Variabel yang dideklarasikan dapat di isi dengan nilai apa saja.
Dalam JavaScript pendeklarasian sebuah variabel sifatnya opsional, artinya anda boleh mendeklarasikan atau tidak hal tersebut tidak menjadi masalah. Jika anda memberi nilai pada variabel, maka dalam JavaScript dianggap bahwa anda telah mendeklarasikan variabel tersebut.
Aturan penamaan variabel :
  • Harus diawalai dengan karakter (huruf atau baris bawah)
  • Tidak boleh menggunakan spasi
  • Huruf Kapital dan kecil memiliki arti yang berbeda
  • Tidak boleh menggunakan kata-kata yang merupakan perintah dalam JavaScript.
Deklarasi Variabel
Var nama_variabel = nilai
Atau
Nama_variabel = nilai

Contoh :
var nama;
var nama = ” Zaskia Mecca”
var X = 1998;
var Y;
Nama = ”Bunga Lestari”
X = 1990;
Y = 08170223513

2.2 Tipe Data
Tidak seperti bahasa pemrograman lainnya, JavaScript tidak memiliki tipe data secara explisit. Hal ini dapat dilihat dari beberapa contoh variabel diatas. Anda mendeklarasikan variabel tapi tidak menentukan tipenya.
Meskipun JavaScript tidak memiliki tipe data secara explisit. JavaScript mempunyai tipe data implisit. Terdapat empat macam tipe data implisit yang dimiliki oleh JavaScript yaitu :
  • Numerik, seperti : 0222532531, 1000, 45, 3.146789 dsb
  • String, seperti : “Hallo”, “April”, “Jl. Setiabudi No 17A”, “Cece Kirani” dsb
  • Boolean, bernilai true atau false
  • Null, variabel yang tidak diinisilisasi

2.3 Tipe Numerik
Pada dasarnya JavaScript hanya mengenal dua macam tipe numerik, yaitu bilangan bulat (integer) dan bilangan pecahan(real/float).
Untuk bilangan bulat, kita dapat merepresentasikan dengan basis desimal, oktal atau heksadesimal.
Contoh :
            var A = 100;
            var B = 0x2F;
untuk pendeklarasian tipe bilangan real, dapat menggunakan tanda titik atau notasi ilmiah (notasi E).
Contoh :
            var a = 3.14533567;
            var b = 1.23456E+3;

2.4 Tipe String
Untuk mendeklarasikan tipe string dapat dilakukan dengan cara menuliskan string diantara tanda petik tunggal (’) atau tanda petik ganda (”)
Contoh :
            var  str  =’Contoh deklarasi string’;
            var str1 = ”cara ini juga bisa untuk menulis string”;

2.5 Tipe Boolean
Tipe boolean hanya mempunyai nilai True atau False. Tipe ini biasanya digunakan untuk mengecek suatu kondisi atau keadaan.
Contoh :
            var  X  = (Y > 90);
contoh diatas menunjukkan bahwa jika Y lebih besar dari 90 maka X akan bernilai True.

2.6 Tipe Null
Tipe Null digunakan untuk merepresentasikan variabel yang tidak diberi nilai awal (inisialisasi).

2.7 Operator
Operator pada JavaScript terbagi menjadi enam, yaitu :
  • Aritmatika
  • Pemberian nilai (Assign)
  • Pemanipulasian bit (bitwise)
  • Pembanding
  • Logika
  • String

a. Operator Aritmatika
Digunakan untuk operan beripe numerik. Ada dua macam operator aritmatik, yaitu operator numerik tunggal dan operator aritmatik biner. Perbedaan kedua operator terletak pada jumlah operan yang harus dioperasikan.

Operator
Tunggal/Biner
Keterangan
+
Biner
Penjumlahan
-
Biner
Pengurangan
*
Biner
Perkalian
/
Biner
Pembagian
%
Biner
Modulus
-
Tunggal
Negasi
++
Tunggal
Penambahan dengan satu
--
Tunggal
Pengurangan dengan satu



b. Operator Pemberian Nilai
Digunakan untuk memberikan nilai ke suatu operan atau mengubah nilai suatu operan.     
Operator
keterangan
Contoh
Ekuivalen
=
Sama dengan
X=Y

+=
Ditambah dengan
X+=Y
X=X+Y
-=
Dikurangi dengan
X-=Y
X=X-Y
*=
Dikali dengan
X*=Y
X=X*Y
/=
Dibagi dengan
X/=Y
X=X/Y
%=
Modulus dengan
X%=Y
X=X%Y
&=
Bit AND dengan
X&Y
X=X&Y
|=
Bit OR
X|=Y
X=X|Y

c. Operator Manipulasi Bit
Operasi ini berhubungan dengan pemanipulasian bit pada operan bertipe bilangan bulat.
Operator
Keterangan
&
Bit AND
|
Bit OR
^
Bit XOR
~
Bit NOT
<< 
Geser ke kiri
>> 
Geser ke Kanan
>>> 
Geser ke kanan dengan diisi nol
Contoh :
var A = 12;      // A = 1100b
var B = 10;      // B = 1010b
var C = A & B
            maka akan dihasilkan bilangan seperti berikut :
            1100b
            1010b AND
            1000b
var A = 12;
var C = A<< 2
var D = A >> 1

maka variabel C akan bernilai 48(0011 0000b)
variabel D akan bernilai 6 (0110b)

d. Operator Pembanding
Digunakan untuk membandingkan dua buah operan. Operan yang dikenal operator ini dapat bertipe string, numerik, maupun ekspresi lain.
Operator
Keterangan
==
Sama dengan
!=
Tidak sama dengan
> 
Lebih besar
< 
Lebih kecil
>=
Lebih besar atau sama dengan
<=
Lebih kecil atau sama dengan
 
e. Operator Logika
Digunakan untuk mengoperasikan operan yang bertipe boolean.
Operator
Keterangan
&&
Operator logika AND
||
Operator Logika OR
!
Operator logika NOT

Contoh :
var A =  true;
var B = false;
var C = A && B; //menghasilkan false
var D = A || B ; // false
var E = !A; //false

f. Operator String
Selain operator pembanding, operator string pada JavaScript juga mengenal satu operator lagi yang bernama PENGGABUNGAN. Operator ini digunakan untuk menggabungkan beberapa string menjadi sebuah string yang lebih panjang.
Contoh :
nama = ”Java” + ”Script”;
            akan menghasilkan ”JavaScript” pada variabel nama

Amankan Data FLasdisk Anda

Mengamankan Data Flashdisk


Mungkin Anda sering merasa khawatir dengan perangkat computer dan peripheral di sekitarnya seperti harddisk, flasdisk, CD, floppy disk, browser, dan lain-lain, dengan adanya virus, Trojan, ataupun cyber-crime yang dapat menyerang computer Anda. Untuk itu, mungkin Anda dapat mempertimbangkan masukan berikut guna melindungi keamanan perangkat computer dan peripheral di sekitarnya.
Waspadai Resikonya. Kebanyakan orang secara tidak sengaja mengumpulkan virus dan malware lain dalam email dan bayangan website yang mereka gunakan. Namun, akhir-akhir ini, ancaman computer datang dari media removable, seperti floppy disk, bukan Internet. Seperti email yang datang lebih cepat dalam penyebaran kode-kode jahat, untuk media removable, bermasalah di belakang layar. Oleh karena itu, suatu saat nanti media removable tidak hanya akan menjadi ancaman, tetapi lebih powerful dari sebelumnya sebagai contoh dapat mengancam sistem computer user.
Disable AutoPlay Windows. Kebanyakan computer telah dikonfigurasi untuk secara otomatis me-load program tertentu ketika user memasukkan CD atau plug-in dalam flash drive computer mereka. Sementara fitur AutoPlay ini dapat membuat beberapa task lebih mudah, seperti mendengarkan CD atau melihat foto, sekaligus akan mempermudah akses kode-kode jahat ke dalam flashdisk, yang kemudian akan berimbas pada computer Anda. Windows juga mengijinkan user untuk memblokir file tipe tertentu dari loading file otomatis. Namun, memblokir AutoPlay pada Windows lebih sulit dilakukan, dan ada cara yang lebih mudah dijalankan, seperti berikut ini :
Anda dapat mendownload program kecil Tweak UI, yang memiliki mini aplikasi, Power Toys.
Setelah mendownload Tweak UI, click tanda plus di sebelah setting “My Computer” untuk menampilkan pilihan AutoPlay.
Anda dapat men-disable AutoPlay dalam drive spesifik, tipe drive dan tipe aplikasi. Untuk proteksi terbaik, Anda dapat memilih ‘types” dan hilangkan tanda pada kotak "Enable AutoPlay" untuk CD, DVD, dan removable drive.
Gunakan Software Keamanan. Untuk keamanan tambahan, software keamanan dapat men-disable port USB computer secara bersamaan. Hal ini berguna untuk dunia bisnis, yang akan mempersulit transfer informasi yang sensitive. Anda dapat mengkonfigurasi software keamanan seperti antivirus, untuk membaca seluruh informasi dari port USB ke main sistem dan mungkin malicious code yang mengganggu, sebelum file-file tersebut dicopy ke dalam main sistem.
Waspadai file yang disimpan. Untuk memastikan orang lain tidak dapat mengambil informasi penting dari luar kantor, pemilik computer dapat melacak penggunaan flash drive dengan salah satu aplikasi keamanan, seperti firewall. Cara paling aman adalah sebaiknya Anda tidak menyimpan data dan informasi yang sangat penting dalam flashdisk.
Mengenkripsi File. Jika Anda terpaksa untuk menyimpan data yang sangat penting dalam flashdisk, maka Anda dapat menggunakan software enkripsi data untuk menyembunyikan data dari mata pengintip. Software enkripsi bekerja dengan mengumpulkan data yang nantinya sulit untuk dilakukan decoding tanpa software “kunci” untuk membukanya. Jadi jika flashdisk Anda suatu saat hilang, data Anda masih aman. Banyak flash drive yang dilengkapi dengan software enkripsi, yang mengijinkan user untuk menyimpan file pribadi dalam folder yang telah dienkripsi di dalamnya.